70 PERSEN TUTUPAN LAHAN KALTARA BERUPA KAWASAN HUTAN, SYARIFUDDIN : INI POTENSI UNTUK FOREST HEALING
Penulis & Fotografer : Abdul Khaliq
TANJUNG SELOR – Potensi forest healing di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) masih sangat besar hal ini ditandai dengan tutupan lahan di Kaltara, 70 persennya masih berupa kawasan Hutan.
Hal ini disampaikan Syarifuddin, Kepala Dinas Kehutanan Kaltara Saat menjadi salah satu narasumber dalam program acara Jendela Negri di Stasiun TVRI Nasional dalam rangka memperingati Hari Hutan Sedunia pada (21/03) di Hutan Kota Bunda Hayati.
Ia menjelaskan bahwa dengan melakukan aktifitas di hutan misalnya trekking sambil menghiruap udara yang bercampur dengan zat phytoncide, diyakini dapat meningkatkan kesehatan jika terhirup oleh manusia.
“zat phytoncide sendiri merupakan zat yang di keluarkan pepohonan guna melindungi diri dari serangga dan kuman berbahaya.” Jelas Syarifuddin.
forest healing atau dalam bahasa Indonesia sendiri disebut terapi alam adalah metode yang memanfaatkan ruang terbuka hijau seperti hutan yang difungsikan untuk menunjang aspek kesehatan misalnya untuk proses penyembuhan maupun pemulihan.
Untuk menunjang hal tersebut Dinas Kehutanan saat ini terus mendorong pengembangan Program Perhutanan Sosial, yang mana dengan program tersebut masyarakat sekitar hutan didorong untuk melakukan pemanfaatan kawasan hutan, Salah Satunya dengan pemanfaatan Jasa Lingkungan Seperti wisata, dan lain-lain.
“saat ini di Kaltara sudah terbentuk beberapa Kelompok Perhutanan Sosial yang berfokus pada pemanfaatan jasa lingkungan yang dapat di manfaatkan sebagai Forest Healing misalnya kelompok Tani Hutan Floresta di Nunukan, Gapoktanhut Letari Gunung Selatan di Tarakan dan masih banyak yang lain.” tutupnya.

